Permasalahan Sifat Tidak Enakan dalam Kehidupan Sosial


Sifat tidak enakan merupakan sikap seseorang yang cenderung merasa sungkan, takut menolak, dan lebih mengutamakan perasaan orang lain dibandingkan kebutuhan diri sendiri. Pada konteks tertentu, sifat ini terlihat sebagai sikap yang baik, sopan, dan penuh empati. Namun, jika berlebihan, sifat tidak enakan justru dapat menjadi masalah serius dalam kehidupan sosial, akademik, bahkan kesehatan mental seseorang. Banyak orang yang terjebak dalam pola “mengalah terus” tanpa menyadari bahwa dirinya sedang dirugikan oleh sikapnya sendiri.


Permasalahan utama dari sifat tidak enakan adalah hilangnya batasan diri yang sehat. Seseorang yang tidak enakan sering kali merasa bersalah ketika mengatakan “tidak”, meskipun hal tersebut sebenarnya penting demi kebaikan dirinya sendiri. Akibatnya, mereka mudah dimanfaatkan, kelelahan secara emosional, dan merasa tertekan karena harus memenuhi harapan orang lain. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menimbulkan stres, kecemasan, rasa tidak berharga, bahkan kebencian yang terpendam terhadap orang lain.


Dalam dunia akademik atau pekerjaan, sifat tidak enakan juga bisa menjadi penghambat kemajuan. Misalnya, seseorang yang selalu menerima tugas tambahan demi menjaga perasaan teman atau atasan, meskipun sebenarnya sudah kewalahan. Ia enggan mengungkapkan keberatan karena takut dianggap egois atau tidak peduli. Akibatnya, kinerjanya menurun, kesehatan terganggu, dan motivasi pun melemah. Kondisi ini menunjukkan bahwa sifat tidak enakan bukan hanya persoalan sikap sosial, tetapi juga berpengaruh langsung pada kualitas hidup.


Penyebab Munculnya Sifat Tidak Enakan


Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memiliki sifat tidak enakan secara berlebihan. Pertama, pola asuh keluarga. Anak yang sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan yang menuntut selalu menurut, dilarang membantah, dan sering dimarahi saat mengungkapkan pendapat, cenderung tumbuh menjadi pribadi yang takut mengecewakan orang lain. Mereka belajar bahwa menyenangkan orang lain adalah prioritas utama, sementara kebutuhan diri sendiri harus dinomorduakan.


Kedua, rendahnya rasa percaya diri. Orang yang tidak yakin dengan nilai dirinya cenderung mencari penerimaan dari orang lain. Mereka takut ditolak, tidak disukai, atau dianggap buruk jika menolak permintaan. Akibatnya, mereka memilih mengorbankan diri sendiri demi mempertahankan hubungan sosial, meskipun sebenarnya hubungan tersebut tidak sehat.


Ketiga, pengalaman traumatis sosial. Pengalaman pernah ditolak, dikritik secara keras, atau dipermalukan di masa lalu dapat membentuk sikap terlalu berhati-hati dalam bersikap. Seseorang menjadi sangat sensitif terhadap pendapat orang lain dan berusaha keras untuk tidak menimbulkan konflik. Sikap ini akhirnya berkembang menjadi kebiasaan tidak enakan yang sulit dihilangkan.


Cara Mengatasi Sifat Tidak Enakan


Untuk mengatasi sifat tidak enakan, diperlukan kesadaran dan latihan yang berkelanjutan. Berikut tiga cara yang dapat dilakukan:


1. Belajar menetapkan batasan diri (boundaries)

Menetapkan batasan diri adalah kunci utama. Seseorang perlu memahami bahwa memiliki batas bukan berarti egois, tetapi justru menunjukkan penghargaan terhadap diri sendiri. Mulailah dengan hal kecil, seperti berani menolak permintaan yang melelahkan atau tidak sesuai kemampuan. Mengatakan “maaf, saya tidak bisa” adalah bentuk kejujuran, bukan kejahatan.


2. Meningkatkan rasa percaya diri

Percaya diri dapat dibangun melalui pengenalan diri dan penerimaan diri. Kenali kelebihan dan kekurangan Anda tanpa menyalahkan diri sendiri. Semakin seseorang menghargai dirinya, semakin kecil rasa takut untuk mengecewakan orang lain. Dengan kepercayaan diri yang baik, seseorang akan lebih berani menyampaikan pendapat dan kebutuhan tanpa rasa bersalah berlebihan.


3. Melatih komunikasi asertif

Komunikasi asertif berarti menyampaikan perasaan dan kebutuhan secara jujur, sopan, dan tegas tanpa menyakiti orang lain. Contohnya, mengganti kalimat “terserah” dengan “sebenarnya saya lebih nyaman jika…”. Dengan komunikasi yang tepat, seseorang tidak perlu lagi memendam perasaan demi menjaga suasana, karena kejujuran dapat disampaikan dengan cara yang baik.


Kesimpulan


Sifat tidak enakan memang tampak sebagai sikap yang baik, tetapi jika berlebihan, justru dapat merugikan diri sendiri. Penyebabnya beragam, mulai dari pola asuh, rendahnya kepercayaan diri, hingga pengalaman masa lalu. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk belajar mengenali batas diri, meningkatkan kepercayaan diri, dan melatih komunikasi asertif. Dengan demikian, seseorang dapat hidup lebih seimbang, sehat secara mental, dan tetap menjalin hubungan sosial yang baik tanpa harus mengorbankan dirinya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume banjir peminat S1 kepwrawatan unusa tambah kelas baru

resume day 1 pkkmb unusa

resume day 2 pkkmb unusa 2025